Gw kangen banget ama lo bodoh :’(
Mery Riana Vs Putri Puspitasari
Dear P.M.
Aku telah membaca buku “Mimpi 1 juta Dollar”
Disitu diceritakan mengenai perjuangan seseorang hingga menjadi milyuner di usia muda.
Kemudian, aku baca helai demi helai buku tebal itu, buku yang bahkan sampai menajadi icon gramedia dengan publikasi yang wah itu. Lalu, aku iseng-iseng membuat resume dari semua perjalanan mery riana, inilah dia.
Persamaan dan perbedaan aku dan MERY:
Mery kuliah di NTU, Aku di UNPAD. Sama-sama mengalami masa sulit ketika di kuliah, mery berhutang pada pemerintah singapura, aku berhutang pada kakak kelas dan hidup dari beasiswa yang setiap semesternya harus aku perjuangkan dengan berbagai cara birokrasi telah ditepuh, proposal yang ditolak sana-sini, dilempar sana sini. kami selalu menelpon keluarga kami dan kami tidak pernah meminta uang karena setiap kali mau meminta keadaan dikeluarga pun sedang tidak baik, sejak itu kami tidak pernah menceritakan duka kami, kami hanya menceritakan hal-hal indahnya saja.
Mery makan seminggu sebesar 70rb/minggu pada tahun 1998-an, sedang aku bahkan pernah hanya 200/bln ditahun 2008, mery makan roti dan mie, aku makan gorengan itupun masih dibagi dua dengan teman asrama.
Meri study oriented sedang aku berbagai kegiatan aku ikuti bahkan pelatihan kepemimpinan pun tidak pernah mery alami namun bersyukurnya aku sering bertemu dengan manusia hebat yang ada di bumi nusantara ini.
Mery mulai bekerja di tingkat 2 sebagai pembagi flayer, aku sudah berjualan pulsa ditingkat 1, tingkat 2 aku sudah mulai mengajar, berwirausaha jadi suplier, menjual pulsa, donat bahkan sampai dikatai bibi-bibi penjual donat karena setiap saat aku membawa tuperware2 isi kue jualanku.
Tingkat 3 mery jadi pembagi fliyer untuk toko bunga, aku menjadi seles kartu kredit.
Mery pernah di marahi dosen karena menawarkan flayernya, aku pernah ditertawai dosen karena aku menawarkan kartu kredit sambil jualan kue dikampus. “Put, put, gaji ibu bahkan kayanya lebih kecil dari pendapatan putri neh yang pedagang”. hahaha, aku tertawa dalam hati, ini pujian atau apa ibu, hmm…
Mery masih bisa membeli buku, aku hanya pinjam buku (hehe ini mah males aja)
Mery riana berpikir untuk bisa mengumpulkan berapa orang agar targetnya bisa terwujud untuk asuransinya itu, sedang aku, aku selalu berpikir kue besok harus dibawa berapa, bakal banyak anak yang mau atau tidak, pelajarannya seru atau tidak, bayak teman-teman yang aku kenal tidak. Hari ini harus menagih pulsa, mendeposit pulsa, hari ini harus mengumpulkan berapa nasabah agar minimal ada 1 yang tembus yang harga 1 berkasnya 25 saja, yang kadang dari puluhan nasabah hanya lima yang lolos, hmmm…
Keunggulan meri riana itu konsisten aku tidak konsisten, mery riana fokus pada satu hal, aku memiliki pemikiran dan keinginan bercabang, mery riana punya seorang pria yang benar-benar menjadi partner yang baik namun aku belum menemukannya, meri riana sudah lulus dan kini bekerja menjadi agen asuransi, aku belum lulus dan belum bisa mendapatkan 1 juta dollar.
Tuhan, dipikir-pikir, begitulah keadaanya. Yah ada lebaynya juga, tapi memang benar pernah terjadi semua hal itu.
Kalau aku fikir-fikir kadang….
Ya Tuhan, aku pun ingin menulis sebuah buku, itu impianku dari kecil.
Sebuah buku yang semoga bisa menginspirasi, yang memiliki alur yang membuncah-buncah, meletup, meloncat dan menggairahkan..
Semoga….

JUDUL
Pagi itu,hatiku berdebar. Bukan karena akan bertemu kekasih. Namun ini lebih penting dari itu.
Ku buka kembali isi didalam map merah yang tengah ku genggam. Aku baca ulang baris demi baris kertas satu lembar itu.
Ya Allah, aku tidak percaya diri, namun aku harus melakukan ini. Aku ingin bekerja di perusahaan terkemuka dan itu berarti aku harus lulus dahulu bodoh!
Aku kirimi kakak kelasku sebuah pesan.
Aku:Kak, aku tidak percaya diri? Aku takut kak?
Kakak: Ayo put, percaya diri, ayo semangat put!!
Bismillah
zZzzzz
Kulihat ibu dosen tengah datang ke arahku.
Ayo silahkan
Aku: Ibu, ini judul saya bu, saya buat beberapa judul (yang selama ini membuat kepalaku botak memikirkannya)
Ibu: Wah yang ini sudah diambil sudah mau lulus yang membuatnya, wah yang ini bisa, bagus, tapi landasannya masih RUU jadi belum bisa.
Hening..
Aku semakin berdebar, Tuhan sudah cukup aku mau pulang saja.
Ibu: Yang ini bagus, ini bisa diambil..
Aku: Bener ibu? Ibu makasih, makasih bu.
HUHUHUUUU, saat itu juga aku menangis di depan dosenku. Bukan untuk lebay bukan pula mencari perhatian, namun aku semakin dekat dengan impianku, aku ingin kerja di tempat bagus dan untuk itu aku harus lulus, kata-kata itu terus berkumandang ditelingaku.
Dan kau tau teman, JUDUL adalah hal terpenting dari apapun!
Ibu: Kenapa nangis?
Aku: Ibu, semester kemarin saya tidak serius, saya main-main, saya ingin lebih baik ibu….
Ibu: Baik, ayo kerjakan!
2 Juta..
Dua minggu kemarin, aku sedang dilanda kegelisahan. Kegelisahan yang mencekam akibat hari pembayaran biaya pendidikanku tak kunjung mendapat kepastian.
Kau tau teman, saat-saat sulit bagi ku adalah saat dimana aku harus melakukan her registrasi setiap semesternya dan itu berarti aku harus memiliki uang. Bagiku jumlah ini cukup besar mengingat aku yang mencari sendiri uang ini, Dua Juta Rupiah sajah.
Aku pasti kewalahan sendiri. Aku harus pintar-pintar memutar otakku setiap saatnya. Saat usai aku bisa membayar uang semesterku kini namun aku tidak sampai diam disitu, aku harus selalu memikirkan semester depan nanti aku harus bagaimana? aku harus bersiap sedini mungkin untuk mendapatkan dana2 juta itu.
Aku selalu berpikir, berpikir dan berpikir. Harus pinjam dengan siapa? harus mengajukan pada pihak mana sajah? berapa proposal yang aku buat setiap semesternya? pekerjaan apa yang bisa aku lakukan?
Dan untuk berkata pada keluarga? itu hampir tidak pernah aku lakukan. Bahkan mereka tidak pernah tau kapan itu aku harus registrasi. Pada saat awal bahkan mereka tidak tahu berapa banyak yang harus aku keluarkan untuk biaya kuliahku.
Pernah suatu ketika aku bertemu ayahku.
Bapak: Mput udah berapa semester?
Aku: Semester 6 pak
Bapak: Itu uang kuliahnya berapa tiap semesternya?
Aku: 2 juta pak
Bapak: Oh itu dibayarin ama asramanya mput yah?
Aku: 2 semester iya pak, semester selanjutnya mput bayar sendiri
Bapakku melongo saja….
Namun, dengan caranya Tuhan selalu membantuku.Hingga kini aku sudah berada ditingkat akhir kuliahku. Ini, aku berjanji, adalah saat terakhir aku membayar biaya kuliahku.
Allah, alhamdulillah rizkiMu sudah sampai padaku. Aku kembali menatap biru dunia ini.
Allah, terimakasih terimakasih banyak atas jalan berliku yang telah kau ciptakan padaku.
Aku akan menyelesaikan kuliahku, secepatnya.
Amin
Terwujud!!
Dear P.M.
Baru beberapa hari yang lalu aku memiliki rencana untuk pergi kejakarta. Sendirian. Tanpa diketahui siapapun termasuk kakaku yang tinggal disana. Maksudnya ialah aku ingin membentuk semangat baru, perjuangan baru. Agar mataku terbuka luas bahwa masa depan menanti mu, bahwa masalah tidak pentingmu tidak usah menguras energimu.
Dan kau tahu teman, Allah langsung menjawab doaku.
Aku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti launching riset di sebuah perusahaan yang memberikanku beasiswa. Tempatnya di Sudirman. Kau tahu, tujuan awalku memang jL Rasuna Said dimana perusahaan ternama semua berkumpul disitu. Namun Sudirman tak kalah kerennya. Kulihat Bank Mandiri, Bursa Efek Indonesia, dan perusahaan lain yang berjejer diantaranya. Gedung-gedung bertingkat nan megah berdiri kokoh di ibukota, dibumi Mu Ya Rabb.
Dan semangatku semakin membuncah. Di dalam mobil, aku hanya bisa diam, menikmati sekitarku dan berdoa dalam hati.
Ya Allah, adakah kau sediakan aku disalah satu tempat di antara yang mata ini lihat..??
Ya Allah, alangkah bahagianya ibuku nanti, akan bangganya beliau padaku, ibuku akan ku setiri dengan mobilku sendiri.
Ya Allah, mereka bisa mengapa aku tidak??
Bismillah Ya Allah, masih ada waktu, aku akan mengelas diri dulu agar agustus nanti aku sudah menjadi seorang putri yang matang, insyaallah..
:’(
Ya Allah, jika di ingat, aku harus memedam rasa ini, meskipun terasa sakitnya..
Ayo Putri, fokus fokus fokus!!!!
Cinta..
Tuhan..
Seharusnya dari dulu aku tetap berpegang pada prinsipku..
Tuhan, aku tidak percaya pada cinta..
Cinta itu hanya membawa ku dalam kekecewaan, sakit hati, nafsu dan terjatuh..
Hidupku jadi tidak karuan karena cinta..
Yang kutahu, cinta yang tulus itu hanya milik Engkau dan Ibu ku..
Tuhan, sungguh aku tidak percaya pada cinta..
Aku tidak tahu akan seperti apa hidupku kedepan, apakah akan ada seorang pria yang mencintaiku, menyayangiku, menjagaku, melindungiku, memberikan perhatiannya padaku, membimbingku, yang tidak meninggalkan ku sendiri dalam masalahku.
Tuhan, dimana sosok pria itu??
Akankah ia benar-benar ada?
Tuhan, jika tak ada, maka biarlah..
Namun hapuslah kesendirian dan kemandirianku itu dengan sosok malaikat kecil nan lucu di masa depan nanti yang entah dari mana aku bisa menemukan malaikat kecil itu..
Tuhan,
bawalah pergi cintaku…
GRADUATION..
Ya Allah, aku ingin memberikan tiket kelulusanku untuk MAMA ama Teteh Heti bulan Agustus 2012 nanti..
Keep my dream Ya Allah..
Amin :)
